Suka Vitamin Blog Ketahui Ciri-ciri Hipermagnesia Untuk Hidup Lebih Sehat

Ketahui Ciri-ciri Hipermagnesia Untuk Hidup Lebih Sehat

Manusia membutuhkan asupan nutrisi dan gizi untuk sumber energi bahkan memudahkan proses metabolisme tubuh. Mungkin kita hanya mengetahui bahwa asupan karbohidrat adalah yang terpenting karena tanpanya manusia bisa lemas tak berdaya. Selain karbohidrat, sebenarnya tubuh kita ini membutuhkan asupan vitamin dan mineral.

Mineral yang dibutuhkan tubuh sangat bermacam-macam, seperti yang dilansir dari laman Hello Sehat, terdapat 2 jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti makromineral dan mikromineral. Perbedaan di antara keduanya adalah jumlah yang dibutuhkan dalam tubuh, jika makromineral adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, sementara mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan tubuh namun dalam jumlah yang sedikit.

Mineral yang masuk juga perlu diperhatikan asupannya, jangan sampai kurang atau berlebihan karena akan berdampak pada kesehatan manusia itu sendiri. Seperti halnya jika tubuh kelebihan magnesium, tubuh akan menunjukkan gejala sebagai ciri-ciri hipermagnesemia.

READ  Makanan Sehat sebagai Sumber Vitamin A yang Baik untuk Mata

Mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak yaitu kalsium, fosfor, magnesium, dan sulfur. Sedangkan untuk mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit yaitu iodium, mangan, kromium, selenium, dan flour.

Fungsi dari magnesium itu sendiri untuk tubuh manusia yaitu untuk metabolisme lemak dan protein, dapat mengaktifkan beberapa enzim, dan mengendalikan keseimbangan elektrolit saat terjadi kontraksi otot. Apapun yang dikonsumsi pasti memiliki batasannya agak tidak melebihi batas yang ditentukan, begitu juga dengan asupan magnesium. Batas asupan harian magnesium biasanya tergantung pada jenis kelamin, usia, dan juga kondisi fisik masing-masing individu.

PENGERTIAN HIPERMAGNESIA

Dilansir dari Alodokter, hipermagnesemia adalah salah satu kondisi saat tubuh kelebihan magnesium dan jumlahnya sangat banyak di dalam darah. Dan jika sudah begitu, tubuh akan menunjukkan ciri-ciri hipermagnesemia. Seperti apa sih gejala dan pengobatannya?

READ  Manfaat Vitamin B Kompleks, Mulai dari Vitamin B1 Sampai B12

Hipermagnesemia adalah kondisi yang biasanya terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal atau gagal hati stadium akhir. Hal ini terjadi karena ginjal dan hati orang tersebut tidak lagi berfungsi normal untuk menyeimbangkan kadar magnesium dalam tubuh. Ginjal yang rusak tidak dapat mengeluarkan kelebihan magnesium. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami penumpukan mineral di dalam darah.

GEJALA-GEJALA HIPERMAGNESEMIA

Normalnya, kadar magnesium dalam darah berkisar antara 1,7 hingga 2,3 mg per desiliter (mg/dL). Namun, ketika tubuh mengandung magnesium yang tinggi, kisaran kadar magnesium ada pada 2.6 mg/dL atau lebih. Jika sudah demikian, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala sebagai ciri-ciri hipermagnesemia, yaitu mual, muntah, gangguan sistem saraf, hipotensi, sakit kepala, diare, lemah otot, detak jantung tidak teratur, gangguan angguan pernapasan, dan penderita akan merasa lesu. Pada kasus hipermagnesemia yang sudah parah, kelebihan magnesium ini akan menyebabkan masalah pada jantung yang syok hingga terjadi koma.

READ  Kenali Setiap Penyebab Gangguan Pencernaan Berikut  

PENGOBATAN HIPERMAGNESEMIA

Biasanya pengobatan yang diberikan oleh dokter adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu dan menghentikan sumber magnesium tambahan di dalam tubuh. Setelah itu, dokter akan menyuntikkan kalium langsung ke pembuluh darah untuk mengurangi gejala yang muncul seperti hipotensi, masalah saraf tertentu, hingga masalah detak jantung.

Selain pengobatan melalui suntikan, dokter juga biasanya akan mengatasinya dengan diaretik untuk merangsang dan mempercepat proses pengeluaran urine. Kenapa harus mengeluarkan urine? Karena magnesium dalam tubuh juga akan lebih mudah keluar melalui urine.

Cara yang terbilang paling efektif untuk menghentikan gejala sebagai ciri-ciri hipermagnesemia dengan cepat ialah dengan melakukan cuci darah dan pemberian kalsium melalui suntikan lewat pembuluh darah.

 

Sumber gambar: medicalnewstoday.com