Suka Vitamin Blog Jangan Remehkan Salah Satu Penyebab Hipermagnesemia Ini

Jangan Remehkan Salah Satu Penyebab Hipermagnesemia Ini

Sesuatu yang berlebihan maupun kekurangan itu tidak baik. Kita dianjurkan untuk selalu hidup seimbang, teemasuk juga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk selalu mendapatkan kesehatan yang baik, kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh dan asupan yang dikonsumsi setiap harinya.

Tidak hanya karbohidrat, namun tubuh kita juga memerlukan vitamin dan mineral yang berfungsi untuk metabolisme tubuh dan tugas penting lainnya. Salah satu mineral yang begitu penting perannya di dalam tubuh manusia adalah magnesium. Tubuh manusia tidak boleh kekurangan maupun kelebihan dalam memberikan asupan magnesium ini. Kenapa? Jika kekurangan maupun kelebihan maka akan berdampak buruk pada kesehatan alias terjadi komplikasi. Kalau sudah begini, harus dicari tahu seperti apa gejala atau keluhannya penderita, penyebab hipermagnesemia, dan cara mencegahnya.

Untuk yang belum mengetahui peran penting dari magnesium, dilansir dari buku yang berjudul Merencanakan Jenis Kelamin Anak, magnesium merupakan mineral yang terbanyak keempat di dalam tubuh manusia dan sekitar 50 persennya disimpan di dalam tulang. Setengahnya ada di dalam sel di seluruh jaringan tubuh, dan hanya sekitar 1 persennya saja yang beredar di dalam darah.

READ  Manfaat Vitamin B Kompleks, Mulai dari Vitamin B1 Sampai B12

Sebenarnya apa sih fungsi dari magnesium di dalam tubuh?

Pertama, magnesium berperan dalam hampir 300 reaksi biokimia di dalam tubuh. Kedua, membantu mempertahankan fungsi otot dan saraf yang normal, menstabilkan denyit jantung, berperan dalam mempertahankan kekebalan tubuh, memperkuat tulang dan gigi, mengatur kadar gula dalam darah, menjaga tekanan darah, dan membantu sintesa energi serta protein.

DEFINISI HIPERMAGNESEMIA

Dilansir dari Alodokter, hipermagnesemia merupakan salah satu kondisi di mana terdapat banyaknya jumlah magnesium di dalam darah. Walaupun magnesium memang berperan penting, namun kita tidak boleh mengonsumsi magnesium terlalu banyak.

FAKTOR PENYEBAB

Yang paling umum terjadi adalah hipermagnesemia yang diakibatkan oleh gagal ginjal, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan. Terutama bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan yang mengandung magnesium di dalamnya.

READ  Makanan Sehat sebagai Sumber Vitamin A yang Baik untuk Mata

Selain yang sudah disebutkan, penyebab hipermagnesemia yang lainnya adalah hipotiroidisme, pasien luka bakar, penyakit Addison, depresi atau milk alkali syndrome.

PENCEGAHAN HIPERMAGNESEMIA

Ketika kita menderita suatu penyakit, biasanya kita akan mencari tahu seperti apa penyakit tersebut, seberapa bahayanya, faktor penyebab, gejala, pengobatan hingga penanganan. Begitu juga dengan adanya magnesium berlebih di dalam tubuh, pastinya kita akan sibuk dibuatnya untuk mencari informasi seputar penyakit satu ini, apa itu  hipermagnesemia, apa saja gejala yang biasa nampak, penyebab dari hipermagnesemia, pengobatan hingga berusaha mencari apakah penyakit itu bisa dicegah.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk gangguan satu ini adalah dengan menghindari konsumsi berlebihan makanan yang mengandung magnesium di dalamnya teeutama makanan yang mengandung kadar magnesium yang tinggi. Konsumsi magnesium setiap individu berbeda-beda, tergantung dari jenis kelamin dan usianya. Masih dari laman Alodokter, pria dewasa membutuhkan asupan magnesium sebanyak 400 hingga 420 mg magnesium per harinya. Kemudian untuk usia wanita dewasa, mereka memburuhkan asupan magnesiumnya sebesar 310-320 mg per hari. Sementara untuk ibu hamil pastinya lebih banyak membutuhkan asupan magnesium.

READ  Cara Mengobati Gangguan Pencernaan Dengan Memakai Bahan Alami

Jika kamu dalam masa pengobatan suatu penyakit, coba lihat kandungan apa saja yang terdapat di dalam obat yang kamu sedang konsumsi saat ini. Langkah pencegahan selanjutnya yaitu konsumsi suplemen atau obat-obatan yang mengandung magnesium sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Ada baiknya, dari sekarang mulai perhatikan kandungan magnesium yang ada pada makanan kamu terutama pada bahan makanan olahan.

 

Sumber gambar: alodokter.com